Ada banyak cerita di dunia Teyvat, tempat Genshin Impact kali ini kita akan membahas cerita Childish Jiang yang menurut saya cukup sedih dan tragis.

Jiang adalah anak dari Shaoyuan dan Duan’ya, Jiang memiliki penyakit mental yang menyebabkan dia berpikir layaknya anak kecil, makanya dia disebut Childish Jiang tapi yang paling penting, Jiang sangat disayang oleh kedua orang tuanya.
Mereka sering bermain petak umpet disekitar rumah, dia sangat mencintai petak umpet karena dia menganggap bahwa dirinya adalah pemain yang hebat, meskipun begitu, dia kerap kali memberi petunjuk dimana dia bersembunyi.
Karena penyakit mental, Jiang kesulitan dalam memahami masalah yang rumit. Ayahnya sering pergi ke Bubu Pharmacy demi mencari obat untuk penyakit mental Jiang. Ayah Jiang berharap beberapa hari kedepan mereka akan mendapatkan hasilnya.
Ayah Jiang bekerja sebagai Millelith yaitu prajurit militer yang ditempatkan di sekitar Liyue. Sang Ayah sudah memberikan sepenuh hidupnya untuk Millelith, sampai akhirnya dia mendapatkan sebuah misi, dan berharap ini adalah misi terakhirnya. Ayah Jiang berpikir untuk pensiun dan menikmati hidup bersama istri dan anaknya.

Sangat disayangkan Ayah Jiang meninggal dalam misi terakhir, Ibu Jiang merahasiakan kematian sang ayah dan berkata kalau ayahnya sedang bermain petak umpet. Sedihnya, Jiang tidak mengetahui hal ini dan malah merasa sangat bangga mempunyai ayah yang hebat dalam bersembunyi. Dia menceritakan dengan senang tempat-tempat sembunyi yang pernah dia dan ayahnya gunakan untuk bersembunyi.
Ayah Jiang memiliki tempat rahasia yang di dalamnya terdapat makanan, anggur, dan beberapa mora. Suatu hari ibunya mengajak Jiang untuk bermain petak umpet. Jiang yang sembunyi dan ibunya mencari, tetapi ketika Jiang bersembunyi, jiang mendengar banyak suara orang berjalan ke gunung. Jiang beranggapan bahwa teman-teman Ibunya datang untuk membantu mencari Jiang, hal ini membuat Jiang sembunyi lebih dalam.
Setelah beberapa hari, Ibunya masi juga belum menemukan Jiang, dia mulai mengira kalau Ibunya khawatir dan dia juga merasa lapar lalu dia keluar tapi tidak menemukan Ibunya. Jiang mengira kalau Ibunya marah karena dia hebat dalam bersembunyi jadi dia tidak bisa ditemukan.
Setelah sekian lama Jiang tetap mengira kalau keluarganya masih bermain petak umpet dan dia akan ditemukan oleh ayah dan ibunya. Ibunya sebenarnya meninggal (mungkin karena sakit) dan Jiang tetap tidak mengetahui hal itu, dia bisa bertahan sampai sekarang karena Paman Tian dan teman-teman ayahnya dari Millelith yang selalu membawakan dia makanan. Jiang selalu menanyakan kemana Ayah dan Ibunya pergi, tetapi mereka tidak tahu.

Suatu hari pasukan Millelith datang membawa 2 batu nisan, mereka bilang ayah dan ibunya yang menyuruh mereka untuk menaruh di sini. Sayangnya Jiang tidak bisa membaca, jadi dia tidak bisa membaca tulisan yang ada di batu itu.
Sampai sekarang, Jiang tetap berharap dan menunggu kedatangan ayah dan ibunya. Teman-teman ayahnya sangat baik, mereka selalu datang membawa makanan untuk Jiang.
Betapa sedihnya cerita ini, seorang anak yang mempunyai penyakit mental dan hidup sendiri, kedua orang tuanya meninggal, dan dia tidak mengetahui itu tetapi dia tetap setia menunggu mereka kembali.
Jiang dididik dengan baik dan penuh kasih sayang, dia selalu mengingat dan melakukan ajaran kedua orang tuanya dengan baik.
Jiang selalu menunggu kedatangan dari kedua orang tuanya, dia menunggu dan menunggu sambil bermain petak umpet.
Yak, itu tadi cerita tentang Childish Jiang yang selalu menunggu, menurut saya sih ceritanya sedih sekali. Kasihan sekali si Jiang.