
Acap kali Xbox dianggap sebagai underdog dalam dunia game, baik di dunia maupun di Indonesia. Banyak gamer tidak memiliki alasan yang kuat untuk memainkan Xbox karena minimnya game ekslusif Xbox serta brand value yang lemah dibandingkan dengan PlayStation dan Nintendo.
Namun kini, Xbox mulai berani menjangkau pasar Asia dengan menyodorkan Game Pass dan mengakuisisi developer game besar seperti Bethesda. Dengan dua senjata tersebut, nampaknya Microsoft siap menantang Sony dan Nintendo di kandang mereka sendiri, Jepang.


1. MICROSOFT MEMILIH LOKASI PERTARUNGAN di JEPANG

Sepertinya pertarungan Microsoft melawan Sony di Jepang akan cukup sulit karena kedua perusahaan masih harus melawan hegemoni Nintendo dengan konsol Switch-nya.
Menurut Famitsu, saat ini Xbox memiliki market share konsol yang sangat kecil, dimana Xbox One hanya mencakup 0.1% dari total penjualan konsol game di Jepang tahun 2019-2020.

2. STRATEGI MICROSOFT dengan MENGANDALKAN GAME PASS

Setelah penjualan Playstation 4 dinilai mengecewakan di Jepang, Sony kini memusatkan pemasaran konsol ke pasar barat seperti Amerika dan Eropa. Saat inilah merupakan pintu masuk yang tepat bagi Microsoft untuk memikat hati para gamer Jepang.
Game Pass diyakini sebagai salah satu senjata utama Microsoft. Dengan Game Pass, gamer Xbox dan PC di Jepang dapat menikmati ratusan judul game secara bebas dengan biaya langganan yang sangat terjangkau.

3. LANGKAH STRATEGIS MICROSOFT, AKUISISI PERUSAHAAN JEPANG?

Tampaknya mengakuisisi perusahaan game merupakan langkah terakhir Microsoft untuk menguatkan eksistensi mereka di Jepang. Beberapa perwakilan studio game yang tidak ingin disebut identitasnya menyebut bahwa Microsoft melakukan pendekatan untuk membeli studio mereka.
Kabar akuisisi Platinum Games oleh Microsoft dibantah keras, sementara Sega mengalami krisis dengan menjual divisi arcade dan melakukan PHK massal.
Ini adalah posisi lemah Sega dimana Xbox berpotensi masuk untuk menyelamatkan mereka. Akankah Microsoft mengambil taktik yang riskan demi menguasai pasar Jepang?